Kajian Relevansi Seputar Mahasiswa #1

Pada 30 Januari 2021 telah dilaksanakan kegiatan Kajian Relevansi Seputar Mahasiswa (KARSA) #1 yang merupakan salah satu program kerja Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa HMTL FT-UH Periode 2020/2021. Tema yang dibahas pada kajian ini yaitu “Laju dan Dampak Deforestasi Terhadap Lingkungan dan Pembangunan di Kalimantan” yang dilaksanakan via daring Googlemeet.

Ibu Nur An-nisa Putry Mangarengi, ST., Msc

Kajian kali ini dibawakan oleh pemateri Ibu Nur An-nisa Putry Mangarengi, ST., Msc selaku salah satu Dosen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Diketahui keadaan lingkungan di Indonesia saat ini memprihatinkan. Lingkungan sangat perlu diperhatikan, bukan hanya pemerintah, tetapi masyarakat secara umum termasuk juga kalangan mahasiswa tak dapat dipungkiri salah satu pulau terbesar di dunia yakni pulan Kalimantan yang memiliki persebaran hutan terbesar di Indonesia tidak terlepas dari permasalahan lingkungan yaitu “Deforestasi” adanya pengalihan fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, pada tahun 2020 laju deforestasi sangat signifikan akibat banyaknya lahan-lahan yang dialih fungsikan akibat dari banyaknya aktifitas manusia dan pertumbuhan penduduk di Kalimantan yang meningkat salah satunya perkebunan dan pertambangan.

Orang-orang yang terkena dampak dari adanya deforestasi dan juga pihak yang merasakan dampak dari deforestasi ini adalah masyarakat local serta andemic spesies juga ikut terkena dampaknya permasalahan deforestasi ini melibatkan perusahaan-perusahaan yang menggunakan hutan untuk kegiatannya, baik untuk illegal logging ataupun mungkin lobby politik. Dari segi international peran terhadap deforestasi ini karena adanya permintaan akan minyak kelapa sawit dan juga kayu yang tingi.

Dampak daripda deforestasi yang paling krusial dan signifikan yaitu perubahan iklim sebab diketahui hutan berperan sebagai penyerap karbon terbaik, emisi emisi gas brupa karbondioksida yang dihasilkan dari kegiatan manusia merupakan salah satu penyumbang terbesar gas rumah kaca di dunia, apabila hutan ditebang otomatis tidak ada lagi yang dapat menyerap karbondiosida ini dan mengakibatkan panas yang masuk di bumi akan terperangkap di lapisan atmosfer sehingga mengakibatkan adanya global warming. Itulah mengapa hutan sangat diperlukan sebab kita bisa meminimalisir gas karbondioksida ini agar tidak terperangkap dilapisan atmosfer sehingga dapat menjadi oksigen melalui proses fotosintetis, Deforestasi ini juga berkenaan dengan flora dan fauna serta terhadap terganggunya siklus air dan juga siklus hidrologi. Ahli lingkungan sangat kontra perusahaan kelapa sawit karena adanya pengalih fungsiaan hutan menjadi kebun kelapa sawit sebab kelapa sawit ini tumbuh dengan menyerap banyak air tanah sehingga cadangan air tnah di sekitar hutan mengalami kekeringan Deforestasi ini juga berdampak pada sector ekonomi, apabila hutan rusak maka sumber penghasilan masyarakat local berkurang sebab hutan yang bisa dimanfaatkan justru menjadi Landas. Kerusakan hutan juga memicu terjadinya bencana alam sehingga menyebabkan kerugian. baik materil maupun non material.

Tahun 2016 laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kalimantan mengalami kenaikan yang signifikan. Sector pertambangan dan penggalian merupakan pembangunan yang laju pertumbuhannya signifakan di Kalimantan. Dapat kita simpulkan bahwa laju deforestasi berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang artinya semakin tinggi deforestasi atau semakin berkurangnya lahan-lahan hutan yang ada di pulau Kalimantan berbanding lurus dengan kenaikan pertumbuhan pembangunan yang ada di Pulau Kalimantan. Masalah Lingkungan merupakan salah satu masalah yang dapat dikatan kompleks.kita tidak dapat melihat dari satu aspek saja. Permasalahan deforestasi ini juga mempengaruhi kenaikan perekonomian kita, akan tetapi ada dampak lingkungan yang signifikan yang ditimbulkan dari deforestasi ini.

Kita melihat permasalah deforestasi ini secara holistic atau keselurahan baik dalam aspek ekonomi.social dan aspek lingkungan agar tidak saling tumpah tindih serta tidak ada yang mendominasi yaitu dengan cara sustenability. Sustainability adalah suatu pemahaman atau konsep dimana kita melihat segala sesuatu tidak hanya satu aspek sama namu secara keseluruhan, bagaimana pembangunan terus berjalan akan tetapi laju degradasi lingkungan tidak naik. Salah satu caranya yaitu dengan alat hukum yang kita kenal EIA (Enviromental Inpect Assessment) atau dalam bahasa Indonesia yang kita kenal denga Analisis Dampak Lingkungan yang merupakan alat atau tool bagaimana pembangunan bisa berjalan beriringan dengan kualitas lingkungan yang baik.pembangunan tidak serta merta membangun saja namun juga memerhatikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat. Sebagai contoh pembangunan disuatu kawasan tidak diberikan izin apabila tidak memastikan 20% lahannya sebagai ruang terbuka hijau. Hal-hal seperti ini dapat menjadi kunci bagaimana caranya tidak saja aspek ekonomi dan infrastruktur yang ditekankan akan tetapi kita juga melihat win win solution bagaimana agar pembangunan dan lingkungan dapat berjalan beriringan.

Pelaksanaan KARSA via daring Google Meet HMTL FT-UH

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *