Forum Ilmu Literasi (FILTRASI)

Kegiatan Forum Ilmu Literasi (FILTRASI) kembali diadakan oleh Unit Kegiatan Bersama HMTL-FT UH pada Kamis, 29 Agustus 2019. Berbeda dengan sebelumnya kali ini merupakan puncak dari FILTRASI sehingga tidak hanya teras baca yang menjadi rangkaian kegiatan FILTRASI tetapi juga terdapat bedah buku dan bazar buku. Ada dua tempat pelaksanaan FILTRASI yaitu pelataran CSA FT-UH yang merupakan tempat pelaksanaan teras baca dan bazar buku sedangkan bedah buku dilaksanakan di Lecture Theater 2 CSA FT-UH.

Teras baca kali ini menyediakan 182 buku yang berasal dari HMTL-FT UH dan prakata. Sebanyak 109 orang yang mengunjungi teras baca yang keempat ini.

Adapun buku-buku yang disediakan dalam bazar buku berasal dari Dialektika.

Untuk bedah buku Unit Kegiatan Bersama HMTL-FT UH mengundang Aan Mansyur sebagai pemateri bedah buku dan kanda Muhammad Nurshiddiq (Koordinator Hubungan Luar dan Kealumnian HMTL FT-UH Periode 2018-2019) sebagai moderator. Bedah buku yang di adakan ini di hadiri oleh warga HMTL dan umum, dengan jumlah keseluruhan yang hadir 158 orang.

 Aan Mansyur merupakan sastrawan yang lahir di Bone Sulawesi Selatan yang telah menerbitkan beberapa buku yang cukup dikenal hingga taraf nasional. Buku yang dibedah berjudul “Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat” karya Mark Manson. Buku ini menjadi best seller di beberapa negara dan sempat ngetrend di Indonesia belakangan ini. Buku dengan sampul berwarna orange tersebut secara garis besar membahas bahwa dalam hidup ada sesuatu yang harus diprioritaskan dan benar-benar penting bagi kita. Banyak hal yang selalu mengganggu pikiran kita sebagai manusia sampai mendorong untuk melakukan sesuatu yang bukan dari diri sebenarnya hanya karena merasa kurang dari yang lain. Padahal hal itu bukanlah aspek yang berpengaruh dalam hidup dan proses seseorang. Karenanya sikap masa bodo diperlukan dalam menyaring mana yang penting dan tidak. “Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda,” adalah salah satu kutipan dari buku tersebut yang menjadi gambaran secara menyeluruh maksud masa bodo pada judul. Namun tentu saja jika mengatakan masa bodo pada sesuatu harus ada pertanggung jawaban berupa hal lain yang menjadi prioritas dan lebih penting dari sekedar hal yang dimasa bodokan tadi. Buku ini menampar ekspektasi kehidupan yang selalu menuntun kita bahwa melakukan hal positif akan selalu membawa hasil yang baik sedangkan sebaliknya akan terjadi jika itu hal negatif. Bedah buku ini dihadiri oleh xx orang yang terdiri dari anggota HMTL-FT UH dan dari kalangan umum.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *