Ayo Menulis #2

ENGLISH  DAY
Oleh : Nanda Pratiwi Rapele (D111171317)

Kampus merah merupakan julukan yang diberikan kepada Universitas Hasanuddin atau sering dikenal dengan nama Unhas. Kampus ini berdiri pada 10 september 1956 di kota Makassar provinsi Sulawesi selatan. Kini Universitas Hasanuddin bukan hanya berada di tamalanrea tetapi telah dibangun kampus baru Unhas yang bertempat di Gowa. Kampus baru ini dikhususkan untuk Fakultas Teknik yang dulunya merupakan bangunan pabrik kertas Gowa yang telah di renovasi menjadi kampus yang indah dengan fasilitas yang disediakan. Universitas Hasanuddin merupakan universitas yang berakreditas A di Indonesia bagian timur dan beberapa prodi didalamnya telah berakeditas A juga. Dalam lingkungan kampus terdapat mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi baik pada jenjang stara 1(S1) maupun stara 2 (S2) . Sebagai mahasiswa yang dianggap sebagai agen perubahan kita memiliki tantangan dan tanggung jawab yang begitu besar. Selain itu mahasiswa juga menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya apasih yang dapat dilakukan mahasiswa untuk kampusnya, tentu saja banyak hal seperti membawa nama baik kampus dengan mendapatkan juara saat mengikuti lomba-lomba akademik dan non akademik, meningkatkan kualitas dan mutu kampus dengan cara menunjukkan hasil yang memuaskan setiap semesternya, dan masih banyak hal lainnya.

Saat ini seperti yang kita ketahui bersama bahwa kampus merah kita ini berusaha untuk membuat prodi-prodi yang berada di Univeritas Hasanuddin ini dapat berakreditas internasional, hal ini juga telah di dukung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Faktanya adalah terdapat beberapa prodi di UNHAS yang telah terakreditasi internasional seperti Pendidikan Dokter, Teknik Sipil, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kelautan, Ilmu Hubungan Internasional, Teknik Geologi, Ilmu Hukum, Ilmu Kimia, dan Ilmu Kehutanan. Serta kedepannya akan lebih banyak lagi prodi yang akan berakreditas internasional dan lebih baik lagi jika adanya kerja sama antara Universitas Hasanuddin dengan universitas ternama diluar negeri agar dapat menjalankan program double degree dan mengundang beberapa dosen luar negeri untuk mengajar di Unhas. Hal ini tentu sangat baik untuk perkembangan kampus merah kita namun pada kenyataannya saat ini banyak mahasiswa unhas yang kurang dalam kemampuannya berbahasa inggris jika kemampuan dalam berbahasa inggrisnya baik dan dibarengi dengan akreditas internasional serta adanya program double degree. Maka Universitas kita ini mejadi salah satu universitas bergengsi yang disegani banyak orang serta diakui oleh universitas lain bahwa bukan hanya terakreditasi internasional tetapi memiliki mutu dan kualitas mahasiswanya yang sangat baik. Bahasa inggris menjadi sangat penting karena bahasa inggris dapat menjadi bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar sesama orang diseluruh dunia atau biasa kita kenal dengan bahasa internasional. Oleh karena itu sangat baik diterapkan di kampus merah ini yaitu English day yaitu pada satu hari tertentu setiap minggunya mahasiswa unhas dapat berbahasa inggris full dengan begitu dapat membantu mahasiswa yang kurang dalam berbahasa inggris belajar dan yang telah fasih berbahasa inggris menjadi media pengaplikasiannya dalam berbahasa inggris dikehidupan sehari-hari. English day ini dapat membantu mahasiswa mampu berbahasa inggris dan tidak malu untuk belajar serta tidak minder dengan teman-temannya yang lain.

KASI LOMPOI KOKOK-TA
Oleh :Fitriani Chairunnisa (D111171703)

Bulan Juli 2017, sedang apa kamu saat itu ? Umumnya di bulan ini anak muda Indonesia tengah sibuk menyiapkan seragam baru, keberangkatan KKN atau bahkan  meyusun skripsweet. Ya maksudku skripsi. Karya tulis ilmiah jenjang S1 penanda bahwa lazimnya orang itu akan segera melepas pekerjaan sebagai mahasiswa. Di bulan itu akupun tengah sibuk. Sibuk mencari bagaimana penempatan imbuhan mi, dan ji yang benar karena aku yang tidak berdomisili di kandang PSM (Persatuan Sepak bola Makassar) terterima sebagai mahasiswa di Departemen Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin angkatan 2017.

            Sebagai mahasiswa baru, perjalanan dari Gorontalo hingga ke Makassar kuisi dengan mencari tahu hal-hal yang sekiranya dapat membantu kelangsungan hidupku ditanah rantau. Mulai dari sifat umum masyrakat Makassar seperti apa, hingga presentase alumni Universitas Hasanuddin yang terterima di perusahaan dalam negeri. Ada satu hal lagi yang menjadi top research-ku dan aku yakin semua mahasiswa barupun mencari tahu hal ini. Yaitu tentang OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus). Teruntuk mahasiswa baru yang mungkin tidak sengaja membaca tulisanku ini, percayalah teman-teman OSPEK tidak sesempit yang kalian pikirkan. Nothing is more meaningfull than it.

            Menjadi mahasiswa di Universitas Hasanuddin adalah kebanggaan yang sangat besar bagiku. Berbagai macam tes kulalui hingga berhasil menapaki kaki di kampus merah ini menunjukan betapa indahnya hasil dari perjuangan. Meskipun saat ini harus terengah dan berhenti sebentar untuk sekedar menarik napas dalam melalui tiap semesternya aku tak keberatan. Mengapa ? Karena sejak aku memegang kartu tanda mahasiswa unhas atas namaku sendiri, kampus ini tidak pernah melepas predikat sebagai universitas terbaik se-Indonesia timur. Prestasi yang sangat luarbiasa bukan ?

            Dua tahun menjadi mahasiswa Universitas Hasanuddin dengan predikat perguruan tinggi negeri terbaik se-Indonesia Timur mulai mengantarku kesifat alami sebagai manusia yaitu tidak pernah merasa puas. Semakin lama julukan sebagai PTN terbaik se-Indonesia timur mulai kehilangan kharismanya di mataku. Aku tak lagi berminat membanggakan kampusku kepada mahasiswa di Indonesia Timur. Karna sejatinya, tanpa aku banggakanpun mereka bisa dengan sendirinya melihat peringkat PTN yang dikeluarkan KEMENRISTEKDIKTI. Aku mulai berhasrat “mengadu” ayam jantan dengan gajah yang pada tahun 2018 menduduki peringkat pertama hasil penilai KEMENRISTEKDIKTI. Mungkin akan sulit, tapi seperti apa yang pernah ditanamkan senior padaku, deadlock never existed.

            Aku pikir unhas dapat dengan mudah mengantongi poin sempurna dari lima komponen utama penilaian  KEMENRISTEKDIKTI terhadap perguruan tinggi negeri jika, setiap civitas academica mangambil serta menyadari perannya dan menjalankan peran dengan saling bahu-mebahu. Tetapi kondisi saat ini menunjukan peran yang harusnya dijalankan oleh mahasiswa diambil alih oleh komunitas lain. Hal ini tentu mengakibatkan pembagian peran tidak berjalan sebagaimana mestinya yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan kualitas universitas seolah-olah hanya menjadi tanggungjawab satu komponen saja. Pembenahan sederhana seperti menyesuaikan jalannya peran oleh tiap civitas academica menjadi hal utama yang harus diperhatikan kampus merah ini jika ingin melompat jauh ke peringkat diatasnya.

            Aku hanya takut kampus merah ini terlena dengan perdikat terbaik se-indonesia timur sehingga membuatnya berpuas dan berhenti pada pencapaian itu. Tidak ada yang tahu apa yang sementara dibenai oleh PTN di Indonesia timur lainnya, kita tidak tahu strategi apa yang sedang mereka susun untuk menyaingi kita dan bahkan bisa saja target yang ingin mereka capai bukan membungkam ayam jantan yang telah nyaman dengan kokok-nya melainkan merebut kursi dari gajah yang tengah duduk di singgasananya.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *