The First Rainwater Storage In Makassar

Departemen Teknik Lingkungan Universitas Hasanuddin bersama HMTL FT-UH berkunjung ke pembangunan Rainwater Storage pertama di Makassar pada Rabu,10 Juli 2019. Kunjungan ini didampingi oleh  Dr. Eng. Irwan Ridwan Rahim, S.T., M.T. , Dr. Ibrahim Djamaluddin, S.T., M.Eng. dan Prof. Dr. Ir. Mary Iskandar Selintung, MSc.Rainwater Storage merupakan salah satu green infrastructure yang berfungsi untuk menampung kelebihan air hujan sehingga dapat mencegah banjir yang kerap kali menjadi masalah di Kota Makassar khususnya daerah Urip Sumoharjo ketika musim penghujan tiba. Dikatakan green infrastructure karena didesain dengan tidak menghilangkan lahan hijau di atas bangunan yang nantinya akan dijadikan sebagai area resapan air ini.


Setelah pembangunan infrastruktur rampung, lahan hijau nantinya akan ditanami oleh tanaman yang tidak memiliki akar besar dan kuat agar tidak merusak badan dari Rainwater Storage tersebut. Bangunan ini dirancang untuk dapat menampung air hingga 1000 m3 yang tersusun atas beton pra cetak dan dilengkapi dengan baut, karet dan sika untuk menahan kebocoran air pada beton. Beton pra cetak dipilih karena memiliki kualitas cetak yang terjamin sesuai dengan bentuk yang diinginkan serta efisiensi waktu pengerjaan yang cepat sehingga pengerjaan proyek dapat selesai tepat waktu. 
Pada tahap pengerjaan, 10 cm sebelum dasar alat, terdapat lapisan kerja yang berfungsi untuk mencegah terjadinya perubahan elevasi serta untuk keamaan keselamatan para pakerja.

Pemasangan peletakan perangkat memiliki akurasi sebesar 2 mm dan desain ini dirancang untuk penggunaan 50 tahun sesuai standar infrastruktur Jepang. Rainwater Strorage ini dilengkapi dengan screening dan sensor  yang akan mendeteksi kelebihan air jika penampungan telah full yang akan di pantau tiap 10 menit saat hujan tiba. Selain sensor, penampungan ini di desain memiliki 3 maintenance hole lengkap dengan area tangkapan sedimen untuk memudahkan operator untuk mengontrol keadaan bak penampungan. Namun sebelum operator turun melalui maintenance hole, perlu dilakukan pengukuran kadar amoniak yang berasal dari proses dekomposisi bahan organik dan mikroorganisme di dalam penampungan, hingga kadar amoniak dikategorikan aman barulah operator dapat turun ke dalam penampungan.

Catchment area penampungan ini berasal dari daerah panaikang dan memiliki otflow di beberapa titik. Proyek ini diperkirakan rampung secara keseluruhan dalam 3 bulan tepatnya pada minggu kedua bulan September.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *