Relevansi Kultur Teknik Saat Ini Serta Pengaruh Terhadap HMTL FT-UH

Pada departemen PSDM HMTL FT-UH terbentuk program kerja Dialog Mengenai Gambaran Kemahasiswaan (DIAGRAM), dimana program kerja ini merupakan program kerja yang dilaksanakan untuk membahas isu-isu dan fakta aktual di lingkup HMTL FT-UH, menyangkut organisasi dan kemahasiswaan. DIAGRAM kedua yang bertema Relevansi Kultur Teknik Saat Ini Serta Pengaruh Terhadap HMTL FT-UH telah dilaksanakan pada Senin, 8 Juli 2019 di Gedung Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.

Dalam kajian yang dibawakan oleh Kanda Rizkyanto M. Taher, diketahui bahwa kultur atau kebiasaan merupakan sesuatu yang tidak dapat ditekstualkan atau dibahasakan, kultur dapat dilihat melalui aktivitas dan pengalaman. Kultur ada yang dipertahankan dan ada pula yang diubah ataupun ditinggalkan dengan alasan zaman yang sudah tidak “cocok” dengan kultur tersebut. Namun, sebagian orang masih memegang teguh dan melaksanakannya, dengan alasan menjaga nilai yang dinilai baik dan dapat diterima semua orang.

Teknik telah lama memegang teguh kultur dengan nilai-nilai yang dianggap tidak akan tergerus oleh zaman. Nilai-nilai yang menjadi bagian dari kultur  yakni Senioritas, Solidaritas, dan Loyalitas,3 hal yang menjadi pilar Anak Teknik, dibanggakan dan tetap dijaga, 3 hal yang menjadi “pembeda” dengan yang lain. Senioritas, memiliki arti menghargai yang lebih dahulu merasakan kehidupan di kampus, istilahnya “siapa yang lebih dulu makan garam” bukan dalam batasan usia, melainkan pada attitude atau perilakunya. Dalam tataran senioritas, kita tidak boleh takut dalam membela sesuatu yang dianggap benar. Senioritas dapat membentuk suatu ikatan emosional antara senior-junior, ikatan yang mempererat, ikatan yang akan menjadi wadah untuk bertanya dan berkonsultasi pada yang “lebih dulu makan garam”. Di lingkup HMTL FT-UH, kita memiliki asas kekeluargaan yang tertuang di PDO HMTL FT-UH, jadi cobalah untuk mengakrabkan diri kepada senior dan junior dengan tetap memperhatikan batasan-batasannya.

Nilai kedua yaitu Solidaritas, memiliki makna sama, tidak ada yang berbeda. Solidaritas membunuh perbedaan status sosial dan materi dari sesama. Solidaritas mengajarkan kita bahwa kepentingan bersama harus diutamakan, semua orang pernah punya perannya masing-masing, pernah memanggil dan dipanggil.  Kunci dari solidaritas ini adalah “tempat tinggal bersama” atau yang biasa kita kenal dengan nama “Studio” karena di sinilah akan terbentuknya solidaritas satu sama lain, yang mana solidaritas angkatan adalah yang pertama dibentuk di sini hingga terus berkembang sampai pada masa kepengurusan lembaga dan akan terus berjalan sampai kapanpun.

Tak kalah pentingnya dari Senioritas dan Solidaritas, Loyalitas yang bermakna kesetiaan, loyal dalam kebersamaan dengan teman-teman angkatan dalam suka maupun duka, loyal terhadap lembaga yang telah mewadahi anggota untuk mengembangkan diri. Kunci dari loyalitas sendiri ialah tanamkan dalam diri bahwa “Andalah yang paling bisa diharapkan walaupun yang lain juga bisa, tapi jika Anda tidak ada, maka yang lainnya juga akan ikut menghilang”, dan yang terpenting adalah “Till The End” sesuai semangat yang selalu digaungkan oleh Anak Teknik “Keep On Fighting Till The End” karena banyak orang yang bisa fight tapi hanya beberapa yang sanggup untuk Till The End.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *